A  B  C  D  E  F  G  H  I  J  K  L  M  N  O  P  Q  R  S  T  U  V  W  X  Y  Z

  • Absorption Rate
    Angka di mana rumah yang tersedia dijual di pasar real estat tertentu selama periode waktu tertentu. Angka tersebut menunjukkan berapa bulan yang dibutuhkan untuk menghabiskan suplai rumah saat ini di pasar.
  • Acceleration Clause (Klausul Akselerasi)
    Klausul dalam kontrak yang memungkinkan pemberi pinjaman untuk memerintahkan pembayaran penuh atau sebagian dari pinjaman yang belum dilunasi jika kondisi tertentu tidak dipenuhi oleh peminjam.
  • Acquisition Costs (Biaya Akuisisi)
    Biaya perolehan properti; termasuk harga pembelian dan semua biaya terkait lainnya seperti biaya hukum, biaya perantara, biaya uji tuntas, dan lain-lain.
  • Acre (Ekar)
    Suatu luas tanah dalam bentuk apa pun yang mengandung 43.560 kaki persegi atau 4.840 yard persegi atau sekitar 44.047 meter persegi.
  • Adjustable-Rate Mortgage (ARM)
    Hipotek dengan tingkat suku bunga yang diindeks dengan patokan tertentu. Biasanya hipotek dimulai dengan suku bunga tetap untuk suatu periode dan disesuaikan secara berkala setelahnya.
  • Adjusted Tax Basis
    Adjusted Tax Basis adalah nilai proporsional dari suatu aset atau sekuritas setelah disesuaikan dengan pengurangan yang diterapkan, atau peningkatan modal pada aset atau properti tersebut.
  • Alpha
    Dalam investasi, Alpha adalah ukuran pengembalian yang dikaitkan dengan pengelolaan aktif, bukan eksposur pasar atau beta. Ini sering digunakan untuk merujuk pada nilai yang ditambahkan oleh keterampilan manajer. Definisi ini dapat diperluas ke transaksi dan manajemen real estat pribadi.
  • Alternative Investment (Investasi Alternatif)
    Kategori investasi selain sekuritas tradisional atau portofolio saham dan obligasi jangka panjang; mereka termasuk hedge fund, modal ventura, private equity, real estat dan komoditas. Investasi alternatif sering menggunakan strategi yang biasanya tidak dilakukan oleh manajer jangka panjang, seperti penggunaan derivatif, kemampuan untuk menjual, dan kemampuan untuk memegang aset tidak likuid.

    Investasi alternatif cenderung kurang likuid, menunjukkan korelasi yang lebih rendah dengan pasar publik, dan umumnya merupakan bagian dari private market yang kurang efisien.
  • Amortization (Amortisasi)
    Amortisasi adalah model pembayaran kembali dimana pinjaman dilunasi dalam beberapa kali angsuran seiring waktu, dengan setiap angsuran terdiri dari pembayaran pokok dan bunga.
  • Anchor Tenant (Penyewa Utama)
    Penyewa utama adalah penghuni utama properti subjek. Mereka sering menerima potongan harga sewa dan insentif sebagai hadiah untuk menyewa ruang yang signifikan di pusat perbelanjaan adalah toko retail atau department store besar yang merupakan salah satu toko besar di mal. Sebagai hadiah karena membawa orang ke mal, penyewa utama sering kali menerima potongan harga sewa.
  • Ancillary Tenant (Penyewa Tambahan)
    Penyewa tambahan adalah penyewa yang lebih kecil dari properti yang menempati lebih sedikit ruang dan membayar tarif sewa yang lebih tinggi.
  • Annual Sinking Fund (Dana Pelunasan Tahunan)
    Sinking fund atau dana pelunasan utang di mana pembayaran dan akumulasi bunga dihitung setiap tahun.
  • Annual Value (AV)
    AV digunakan sebagai dasar untuk menghitung pajak properti untuk properti. AV adalah nilai bruto sewa tahunan yang diharapkan diperoleh properti saat disewakan dan dikurangi biaya yang dibayarkan pemilik untuk biaya perbaikan dan pemeliharaan.
  • Basis Point
    Basis point (bps) sama dengan 1/100 dari 1% atau 0,01% dan merupakan satuan ukuran umum untuk perubahan suku bunga.
  • Beta
    Dalam investasi, Beta adalah ukuran sensitivitas sekuritas atau portofolio terhadap pergerakan pasar yang luas. Beta dari indeks pasar adalah 1.0. Sekuritas dengan beta lebih besar dari 1.0 cenderung naik atau turun lebih dari pasar; sekuritas dengan beta kurang dari 1.0 cenderung naik atau turun kurang dari pasar. Istilah "Beta" juga dapat menunjukkan porsi pengembalian portofolio yang dihasilkan dari eksposur pasar, bukan dari strategi atau keterampilan manajer (Alpha).
  • Bridge Loan
    Bridge loan adalah pinjaman jangka pendek yang digunakan sampai seseorang atau perusahaan mendapatkan pembiayaan permanen atau menghilangkan kewajiban keuangan yang ada. Ini adalah pinjaman jangka pendek yang didukung oleh agunan, biasanya properti yang mendasari dalam konteks real estat, dan memiliki tingkat bunga yang relatif tinggi sambil memberikan modal langsung.
  • Capital Stack
    Capital stack mengacu pada organisasi hukum dari modal yang diinvestasikan dalam suatu proyek. Stack yang paling berisiko berada di bagian atas, dan risiko berkurang saat bergerak ke bawah stack. Posisi yang lebih tinggi dalam capital stack mengharapkan pengembalian yang lebih tinggi untuk modal mereka karena melakukan risiko yang lebih tinggi. Mungkin ada banyak lapisan yang berbeda untuk capital stack, dengan yang paling umum adalah (diurutkan berdasarkan besarnya risiko):

    1) Common equity (Ekuitas umum)
    2) Preferred equity (Ekuitas preferen)
    3) Mezzanine debt (Utang mezanin)
    4) Senior debt (Utang senior)

    Capital stack menentukan siapa yang memiliki hak hukum atas aset dan pendapatan tertentu dan prioritas pembayaran jika terjadi gagal bayar, penjualan atau likuidasi properti.
  • Capitalization (Cap) Rate atau Tingkat Kapitalisasi
    Cap Rate adalah tingkat pengembalian properti berdasarkan pendapatan tahunannya. Ini dihitung dengan membagi pendapatan operasional bersih (net operating income) dari properti dengan nilai total properti. Cap rate dapat memberikan ukuran awal yang baik untuk membandingkan berbagai peluang investasi tetapi tidak boleh menjadi satu-satunya faktor yang dipertimbangkan. Meskipun merupakan cara yang berarti untuk menilai risiko dan nilai, mereka paling baik dipahami dalam konteks pasar tertentu tempat properti itu ditemukan dan oleh hubungannya dengan suku bunga yang berlaku. Pasar primer yang paling kompetitif, seperti London, sering kali memiliki cap rate yang jauh lebih rendah daripada pasar sekunder atau tersier. Saat menganalisis asumsi yang dibuat oleh Sponsor tentang penjualan aset, investor real estat akan sering melihat asumsi Cap Rate keluar dan menguji dampaknya terhadap laba bersih mereka jika asumsi tersebut salah.
  • Cash Yield (sebelum atau sesudah pajak)
    Cash yield adalah rasio arus kas tahunan terhadap total jumlah kas yang diinvestasikan, yang dinyatakan dalam persentase. Angka ini dapat dinyatakan sebagai biaya sebelum atau sesudah pajak.
  • Common Equity (Ekuitas Umum)
    Capital stack yang paling berisiko tetapi dengan potensi keuntungan paling tinggi untuk proyek real estat komersial. Karena semua pihak lainnya berhak atas pembayaran terlebih dahulu, maka investasi ekuitas umum memiliki risiko tertinggi. Namun, investasi ekuitas umum biasanya memiliki keuntungan yang tidak terbatas jika investasi tersebut berkinerja baik.
  • Core (Inti)
    Investasi core atau inti dalam real estat adalah investasi ke dalam properti yang stabil dan menghasilkan pendapatan. Properti inti dicirikan oleh:
    – Tingkat leverage yang relatif rendah
    – Properti yang sepenuhnya (atau sebagian besar) disewakan dengan arus kas yang stabil
    – Properti dalam kondisi yang baik, dengan sedikit kebutuhan untuk renovasi besar
    – Terletak di pasar yang padat permintaan dan transparan dengan fundamental yang kuat
    – Biasanya mengikuti rencana bisnis "buy and hold"

    Strategi investasi ini cocok dengan investor yang relatif konservatif yang memprioritaskan pelestarian kekayaan dan nilai lindung atas inflasi sebagai tujuan investasi utama mereka.
  • Core Plus
    Proyek-proyek ini juga berfokus pada aset yang relatif stabil di pasar dan sub-pasar yang kuat dan mapan, tetapi juga memerlukan peningkatan peluang dalam bentuk renovasi properti dan optimisasi untuk mendapatkan sewa. Biasanya setidaknya satu atribut dari aset dasar lebih berisiko daripada yang Anda harapkan dari investasi inti, misalnya properti mungkin berada di pinggiran kota atau pasar sekunder, atau properti mungkin tidak disewakan sepenuhnya (yang menghadirkan risiko dan peluang). Pengembalian untuk strategi Core dan Core-Plus cenderung terutama didorong oleh hasil sewa daripada apresiasi nilai modal.
  • Crowdfunding
    Crowdfunding berarti mendanai usaha bisnis, produk, ide atau properti menggunakan dana yang dikumpulkan dari sejumlah besar investor potensial ("crowd"). Crowdfunding biasanya dikaitkan dengan penggalangan dana melalui platform online, yang memanfaatkan teknologi untuk menyajikan informasi dan mengelola transaksi. Crowdfunding dimulai sebagai cara baru untuk membiayai bisnis atau usaha artistik dan awalnya mengandalkan sumbangan dari crowd. Perusahaan perintis seperti Kickstarter dan Indiegogo membantu mendorong pertumbuhan crowdfunding berbasis donasi dan juga memanfaatkan crowdfunding reward, di mana para donatur akan menerima hadiah atau contoh produk untuk dananya.
  • Debt Service Coverage Ratio (DSCR)
    Debt Service Coverage Ratio adalah rasio kas yang tersedia untuk pembayaran utang dengan pembayaran bunga, pokok dan sewa. Dalam real estat, DSCR adalah ukuran utama untuk menentukan apakah sebuah properti dapat memenuhi kewajiban keuangannya berdasarkan arus kas. Dokumen pinjaman senior biasanya memberlakukan DSCR minimum.
  • Deed of Trust
    Deed of Trust adalah akta dimana hak milik hukum atas properti dialihkan ke wali amanat yang memegangnya sebagai jaminan untuk pinjaman antara peminjam dan pemberi pinjaman. Akta perwalian merupakan kesepakatan antara peminjam dan pemberi pinjaman untuk memiliki properti yang dipegang oleh pihak ketiga yang netral dan independen sampai pinjaman lunas.
  • Depreciation Recapture
    Depreciation recapture adalah pendapatan kena pajak yang diperoleh ketika harga jual properti terdepresiasi melebihi nilai bukunya pada saat itu.
  • Distribution Waterfall
    Distribution waterfall adalah urutan di mana sarana investasi melakukan distribusi pembayaran.
  • Equity Multiple
    Equity multiple didefinisikan sebagai total distribusi kas yang diterima dari investasi dibagi dengan total ekuitas yang diinvestasikan. Berikut adalah rumus equity multiple:

    Misalnya, jika total ekuitas yang diinvestasikan ke dalam sebuah proyek adalah $ 1.000.000 dan semua distribusi tunai yang diterima dari proyek berjumlah $ 2.500.000, maka equity multiple akan menjadi $ 2.500.000 / $ 1.000.000, atau 2,50x.
  • Escrow
    Perjanjian antara dua pihak atau lebih untuk aset yang akan dipegang oleh pihak ketiga (agen escrow) atas nama dua pihak lain yang sedang dalam proses menyelesaikan transaksi. Agen escrow memegang dana atau aset sampai menerima instruksi yang sesuai atau sampai kewajiban kontrak yang telah ditentukan terpenuhi. Uang, sekuritas, dana dan aset lainnya semuanya dapat disimpan dalam escrow.
  • Fiscal Policy (Kebijakan Fiskal)
    Kebijakan fiskal adalah cara pemerintah mengatur tingkat pengeluaran dan tarif pajaknya untuk mengontrol dan mempengaruhi perekonomian suatu negara.
  • Floor Area Ratio (FAR) atau Koefisien Lantai Bangunan (KLB)
    Floor Area Ratio (FAR) juga dikenal sebagai rasio ruang lantai dan indeks ruang lantai adalah istilah untuk rasio total luas lantai bangunan dengan ukuran lot di mana bangunan itu dibangun. Rasio ditentukan dengan membagi total atau luas lantai bruto bangunan dengan luas kotor kavling. Rasio yang lebih tinggi lebih cenderung menunjukkan padat atau konstruksi perkotaan.
  • GP Investor
    GP (atau "general partner") investor mengacu pada pihak pengelola pada investasi. "GP Investor" juga dapat diberi label sebagai "Sponsor" sehubungan dengan investasi real estat, mereka adalah pihak yang bertanggung jawab untuk memulai investasi, mencari utang dan pembiayaan ekuitas, serta mengelola proyek hingga selesai. Dengan demikian, GP investor mengambil risiko yang lebih besar, berperan aktif dalam memastikan keberhasilan investasi (sebagai lawan dari LP investor yang pasif), dan diberikan potensi pengembalian yang lebih besar dalam penataan investasi.
  • Gross Potential Income (Pendapatan Kotor Potensial)
    Pendapatan kotor potensial adalah pendapatan yang akan direalisasikan jika sebuah properti dihuni penuh dan semua sewa dikumpulkan.
  • Hold Period (Periode Penahanan)
    Durasi kepemilikan aset, biasanya untuk investasi real estat.
  • Income Property
    Income property adalah properti yang diperoleh atau dikembangkan secara khusus untuk tujuan menghasilkan pendapatan bagi pemiliknya melalui sewa guna usaha (leasing), sewa atau apresiasi modal. Properti ini dapat berupa komersial atau residensial.
  • Industrial Property (Properti Industrial)
    Properti industrial berkisar dari properti yang lebih kecil, yang sering disebut properti "Flex" atau "R&D", properti layanan kantor atau gudang kantor yang lebih besar, hingga properti industri "big box" yang sangat besar. Properti industrial sering kali disewakan untuk jangka panjang dan terkadang dapat berupa bangunan sesuai dengan kebutuhan yang mengalami kesulitan untuk mengubah penyewa tanpa modifikasi ekstensif.
  • Internal Rate of Return (“IRR”)
    Salah satu metrik paling umum yang digunakan untuk mengukur kinerja investasi Internal Rate of Return (IRR). Ini adalah salah satu indikator kinerja pertama yang mungkin Anda temui saat menjelajahi peluang real estat. IRR didefinisikan sebagai tingkat diskonto di mana nilai sekarang bersih dari sekumpulan arus kas (yaitu investasi awal dinyatakan negatif, dan pengembalian dinyatakan positif) sama dengan nol. Dalam istilah yang lebih sederhana, ini adalah tingkat di mana investasi real estat tumbuh tetapi juga mempertimbangkan faktor tingkat pengembalian tahunan gabungan yang sensitif terhadap waktu. Namun, salah satu kunci analisis IRR adalah menyadari bahwa pengaturan waktu memainkan peran penting. Waktu atau durasi periode penahanan investasi dan waktu distribusi kas dibayarkan kepada investor, keduanya memiliki pengaruh besar pada persamaan ini.
  • Loan-to-Cost Ratio (LTC)
    Loan-to-Cost (LTC) Ratio adalah metrik yang digunakan dalam konstruksi real estat komersial untuk membandingkan pembiayaan proyek (seperti yang ditawarkan oleh pinjaman) dengan biaya pembangunan proyek. Rasio LTC memungkinkan pemberi pinjaman real estat komersial untuk menilai risiko pemberian pinjaman konstruksi. Ini juga memungkinkan pengembang untuk memahami jumlah ekuitas yang mereka miliki selama proyek konstruksi.
  • Loan-to-Value Ratio (LTV)
    Loan-to-Value (LTV) ratio adalah pemeriksaan risiko pinjaman yang dinilai oleh lembaga keuangan dan pemberi pinjaman lainnya sebelum memberikan hipotek. Biasanya, penilaian dengan rasio LTV yang tinggi berisiko lebih tinggi dan menimbulkan biaya yang lebih besar bagi peminjam (suku bunga lebih tinggi), jika hipotek disetujui.
  • LP Investor
    Dalam istilah ini, "LP" adalah singkatan dari "limited partner". LP investor dalam investasi ekuitas menanggung bagian risiko yang terbatas, dan akibatnya mendapatkan potensi keuntungan terbatas dibandingkan dengan GP investor (GP investor biasanya identik dengan "Sponsor" atau "mitra pengelola"). LP investor tidak bertanggung jawab atas utang, dan dibebaskan dari banyak risiko hukum yang melekat dalam proyek real estat, GP investor biasanya berhak atas bagian keuntungan yang lebih besar secara proporsional.
  • Mezzanine Debt (Utang Mezanin)
    Utang mezanin adalah instrumen pinjaman hibrida yang biasa digunakan oleh pengembang real estat untuk mengamankan pembiayaan tambahan. Utang mezanin memberi hak kepada pemberi pinjaman untuk mengubah kepemilikan atau kepentingan ekuitas di perusahaan jika pinjaman tidak dibayar kembali tepat waktu dan penuh. Ini umumnya berada di bawah utang yang diberikan oleh pemberi pinjaman senior seperti bank dan perusahaan modal ventura.
  • Monetary Policy (Kebijakan Moneter)
    Kebijakan moneter adalah bagaimana bank sentral atau lembaga lain mengontrol suplai uang dan suku bunga dalam perekonomian untuk mempengaruhi output, lapangan kerja dan harga.
  • Multifamily Real Estate
    Dianggap sebagai salah satu dari empat kelas aset real estat komersial utama, multifamily mengacu pada properti dengan lebih dari satu unit yang berbeda, cocok untuk ditempati oleh beberapa penyewa atau kelompok penyewa. Istilah ini dapat merujuk pada apartemen, kompleks kondominium, atau bahkan ruang co-living.
  • Net Operating Income (NOI)
    Arus pendapatan yang dihasilkan oleh aktivitas operasional properti, terlepas dari faktor eksternal seperti pembiayaan dan pajak pendapatan. Bisa dikatakan juga pendapatan kotor tahunan properti dikurangi biaya operasional.
  • Net Present Value
    Net Present Value (NPV) adalah selisih antara nilai sekarang arus kas masuk dan nilai sekarang arus kas keluar. NPV digunakan dalam penganggaran modal untuk menganalisis profitabilitas investasi atau proyek. Karena nilai waktu dari uang, satu dolar yang diperoleh di masa depan tidak akan bernilai sebanyak yang diperoleh hari ini. Tingkat diskonto dalam rumus NPV adalah cara untuk memperhitungkan hal ini.
  • Opportunistic (Oportunistis)
    Investasi real estat oportunistis biasanya dikaitkan dengan sedikit atau tidak ada daftar sewa di tempat, memerlukan rehabilitasi yang signifikan, atau bahkan memerlukan pengembangan dari awal. Merupakan hal yang umum untuk strategi oportunistis dan nilai tambah (value-add) untuk mendapatkan keuntungan dari back-end atau mendekati akhir periode investasi target, yang dapat menimbulkan risiko yang signifikan. Meskipun investasi oportunistis memerlukan tingkat risiko yang relatif tinggi, mereka biasanya memproyeksikan IRR sebesar 24% atau lebih, dan terkadang jauh lebih tinggi.
  • Pari Passu
    Pari passu adalah frase Latin yang berarti "equal footing" atau “mempunyai hak yang sama” yang menggambarkan situasi di mana dua atau lebih aset, sekuritas, kreditor, atau kewajiban dikelola secara seimbang tanpa preferensi.
  • Preferred Equity (Ekuitas Preferen)
    Ekuitas Preferen adalah kelas kepemilikan yang memiliki klaim lebih tinggi atas aset dan pendapatan properti daripada ekuitas umum, tetapi lebih rendah dari utang senior.
  • Preferred Return (Pengembalian yang Disukai
    Pengembalian yang disukai adalah mekanisme untuk mengalokasikan arus kas ke berbagai investor dalam investasi real estat sebelum yang lain. Investor atau mitra yang berhak atas pengembalian yang diinginkan akan menerima arus kas yang didistribusikan oleh investasi sebelum investor ekuitas lainnya menerima bagian dari keuntungan. Pengembalian yang diinginkan menandakan bahwa Sponsor merasa bahwa kinerja investasi kemungkinan akan melebihi tingkat pengembalian yang diinginkan, karena keuntungan Sponsor bergantung padanya.
  • Prepayment Penalty (Denda Pembayaran di Muka
    Denda pembayaran di muka biasanya ditentukan dalam klausul dalam kontrak hipotek yang menyatakan bahwa denda akan dikenakan pada peminjam jika pembayaran hipotek yang signifikan terjadi sebelum jangka waktu, biasanya dalam lima tahun pertama sejak melakukan pinjaman. Denda pembayaran di muka melindungi pemberi pinjaman dari kerugian finansial dari pendapatan bunga yang seharusnya dibayarkan dari waktu ke waktu.
  • Private-Market Real Estate (Real Estat Pasar Pribadi)
    Investasi real estat pasar pribadi dan real estat pribadi mengacu pada dunia investasi real estat yang tidak diperdagangkan; tidak likuid menurut definisi dan biasanya dicirikan oleh investasi dalam properti terpisah. Investasi real estat pasar pribadi berbeda dengan DIRE (Dana Investasi Real Estat) yang diperdagangkan secara publik yang likuid tetapi cenderung berkorelasi dengan pasar ekuitas publik.
  • Real Estate Crowdfunding (Crowdfunding Real Estat
    Crowdfunding real estat mengacu pada platform online yang menawarkan investasi real estat kepada investor. Platform semacam itu menawarkan investasi kepada investor individu dengan jumlah minimum rendah dan melalui platform online yang efisien.
  • Real Estate Investment Trust (REIT) atau Dana Investasi Real Estat (DIRE)
    Dana Investasi Real Estat adalah perusahaan yang memiliki, dan dalam banyak kasus, mengoperasikan real estat yang menghasilkan pendapatan. DIRE memiliki banyak jenis real estat komersial, mulai dari gedung perkantoran dan apartemen hingga gudang, rumah sakit, pusat perbelanjaan, hotel dan hutan. Beberapa DIRE terlibat dalam pembiayaan real estat.
  • Refinance
    Refinancing adalah praktik mengganti pinjaman lama dengan pinjaman baru yang menawarkan persyaratan yang lebih baik, seperti suku bunga yang lebih rendah.
  • Sales Comps
    Sales Comps (atau 'sebanding') adalah harga untuk aset yang baru-baru ini dijual di sekitar properti target. Sales comps dimasukkan ke dalam tesis investasi selama underwriting (penjaminan emisi), berfungsi sebagai bukti dukungan untuk harga penjualan (atau exit) yang diproyeksikan. GP Investor biasanya menyajikan sales comps saat ini sebagai bagian dari memorandum penawaran saat mencari investor.
  • Senior Debt (Utang Senior)
    Utang senior adalah tahap pertama dari kewajiban perusahaan, yang berarti dibayar terlebih dahulu, sebelum semua kreditor lainnya. Utang senior adalah jenis pembiayaan teraman bagi pihak yang menyediakan dana. Jika perusahaan bangkrut, maka dana yang tersisa, aset yang dibubarkan, atau sumber nilai lain yang tersedia harus membayar utang senior terlebih dahulu sebelum didistribusikan kepada kreditor lain.
  • Sharpe Ratio
    Ukuran statistik dalam teori portofolio modern yang sering digunakan untuk menyatakan risk-adjusted return (pengembalian yang disesuaikan dengan risiko), atau perhitungan pengembalian untuk volatilitas. Dihitung sebagai berikut: Rasio Sharpe = (Imbal hasil portofolio – Imbal hasil instrument bebas risiko) / Standard Deviasi Imbal hasil yang berlaku untuk treasury notes (atau T-note) sering kali mewakili imbal hasil bebas risiko. Rumus ini sering digunakan di tingkat portofolio untuk menilai apakah perubahan alokasi aset akan berdampak positif atau negatif pada portofolio risk-adjusted return.
  • Sponsor
    Sponsor real estat adalah investor utama dalam proyek real estat, bertanggung jawab untuk mencari sumber investasi dan melaksanakan rencana bisnisnya. Biasanya, Sponsor memiliki latar belakang dalam pengelolaan aset dan konstruksi/pengembangan, serta keuangan real estat.
  • Statutory Foreclosure (Penyitaan Resmi)
    Penyitaan menurut undang-undang adalah bagian dari klausul dalam deed of trust yang memungkinkan pemberi pinjaman untuk menjual properti yang dalam hipotek, jika peminjam gagal bayar.
  • Subasset Class (Kelas Sub-aset)
    Setiap bagian dari kelas investasi yang ditafsirkan secara lebih luas. Dalam real estat, "kelas sub-aset" dapat merujuk pada jenis properti tertentu (misalnya Multifamily atau industri) dan/atau strategi investasi khusus (misalnya Nilai tambah).
  • Tertiary Markets
    Pasar tersier adalah area metro yang lebih kecil yang tidak cukup besar untuk diberi label sebagai pasar primer atau sekunder. Investasi di pasar ini bisa lebih berisiko, tetapi memiliki potensi pengembalian yang tinggi.
  • Triple Net Lease
    Triple Net Lease (Net-Net-Net atau NNN) adalah perjanjian sewa di mana penyewa setuju untuk membayar semua pajak real estat, asuransi bangunan dan pemeliharaan properti, selain biaya sewa dasar. Bentuk sewa ini biasanya digunakan untuk bangunan komersial yang berdiri sendiri.
  • Underwriting (Penjaminan emisi)
    Underwriting adalah proses dimana penjamin emisi melakukan due diligence (uji tuntas) dan memeriksa permintaan pembiayaan yang dibuat oleh Sponsor yang mencari pendanaan untuk proyek real estat untuk menentukan seberapa besar risiko yang akan diterima.
  • Value-add (Nilai Tambah)
    Properti Nilai Tambah adalah properti yang membutuhkan perbaikan tetapi sudah memiliki pendapatan sewa. Perbaikan membutuhkan komitmen yang lebih tinggi, seperti renovasi besar atau perawatan pemeliharaan yang tertunda. Berinvestasi di properti nilai tambah adalah strategi berisiko sedang hingga tinggi (karena sifat perbaikan yang lebih besar pada properti) dengan tingkat pengembalian sedang hingga tinggi.

RealVantage adalah platform investasi bersama yang mengizinkan investor kami untuk melakukan diversifikasi antar pasar, sektor, dan strategi investasi.

Kunjungi halaman utama kami untuk mengetahui lebih lanjut!

Daftar di RealVantage